header image
 

DI TERIK SENJA KOTA TUBAN

Di terik senja Kota Tuban

Angin tak mampu menghapus peluh

Orang-orang yang tak mau tinggal diam

Dari titik-titik tersebar:

Rembang, Lasem, Cepu, Blora

Jatirogo, Bojonegoro…

Berdatangan wajah bersimbah maksud

Dan pertanyaan. Dalam satu ruangan

Di rembang senja kota Tuban

Peluh mempertemukan model rambut

Dan warna kulit. Mempertanyakan tujuan

Akankah mereka sampai pada pilihan?

Cita-cita memang tak selalu dapat

Dipersamakan. Tetapi hidup bersama

Layak dipertahankan

Di terik malam kota Tuban

Hari diakhiri dengan doa dan harapan

Agar Air dan Angin Kehidupan

Memberi berkat keselamatan

(Januari 2008)

~ by nanglik on February 25, 2008.

One Response to “DI TERIK SENJA KOTA TUBAN”

  1. mo, aku suka pemenunganmu. nampaknya setiap kita tak henti berusaha memberi makna diri supaya tidak muspra. dan kita memang bisa jadi “hanya”, tapi juga bisa jadi “tidak hanya”. mohon doa ya kalau pas rm brevir ……………

Leave a Reply