PATUNG
Patung itu terbuat dari kayu
Tapi kedua belah matanya
Menggenggam sebilah pedang
Dari baja paling tajam
Menusuk jantung
Pada mataku
Memutus nadi dan syaraf beraniku
Seperti benci pada denyut hidup
Teratur yang menjaga tabiatku
Ingin dia tentukan saat hidup
Dan matiku?
Adakah Iblis itu
Menyusup dalam diri pembuatnya
Yang lupa berjaga-jaga?
Apakah tidak cukup bagiku
Bermati raga dengan memberi saja?
Begitulah, Teman
Mimpiku di malam itu
Pada sebuah patung
Yang aku potret saat wisata
Di Pulau Dewata
Sebuah pesan
(Yang ingin dikatakan?)
Bagiku yang mulai membangun kubu
Dengan doa dan mesiu-Mu
Yang memutuskan untuk berhati
Batu seperti diajarkan oleh sebuah
Lagu: Maju tak gentar
Membela yang benar?!
Dan pada malam itu, Temanku
Patung itu masih di situ
Terkapar dalam gambar
Di komputerku
Kedua matanya yang membakar
Menggenggam bilah pedang berkilat
Sinar. Apakah dia juga
Menusuk jantung
Dan memutus nadi dan syaraf-Mu
Yang kulihat tergambar
Pada kedua bola mata-Mu?
(Januari 2008)

Leave a Reply