SENJA HARI KOTA MADIUN
Senja hari kota Madiun
Terang tersisa
Dan angin bergerak lambat
Sekumpulan manusia masih seperti
Setengah tidur
Berkumpul dengan separo mata
Ingin memagut
Kosong, menggenggam hampa
Seperti burung-burung yang senja itu
Mulai mengeram sarang
Apakah mereka juga akan
Ditelan senja?
Seakan hari telah menguras tenaga
Dan inilah saat otot-otot mendapatkan
Istirahatnya?
Tidak kenalkah mereka
Pada kisah pemberontakan
Yang mengendap di pintu gerbang istana
Ketika langit kelam, dan obor-obor padam
Dipagut kabut yang padat mengental?
Tidakkah mereka sendiri mengalami
Harus berjual beli dan menuai kegetiran
Ketika bangsa terlelap
Oleh saling meniadakan?
Senja hari kota Madiun
Aku tetap berharap
Pada satu dua mata
Yang masih sehat berjaga
Oleh nurani dan makan bergizi
Oleh percaya dan akal budi
(Januari 2008)

Leave a Reply