header image
 

biografi (lagi…)

Kemarin siang misa di Puspita. Sepulang dari misa, mampir di Gramedia Kertajaya. Sudah 2 kali ini sepulang misa Puspita aku mampir di Gramed ini. Bisa jadi kebiasaan?

Aku pengin cari buku biografi. Pikirku, untuk "persediaan", sehingga aku bisa pilih-pilih ketika pengin baca.

Rupanya, tidak semua "biografi" ditulis oleh sejarahwan, atau setidaknya "dengan maksud" menulis sejarah. Tidak sedikit buku-buku yang mengangkat sosok seseorang lebih dimaksudkan sebagai "iklan" dan bukan sebagai telaah dan perenungan. Penulisannya tidak bertitik tolak dari "metodologi penulisan sejarah", melainkan lebih ke "metodologi penulisan iklan". Buku-buku macam ini aku tinggalkan.

Yang lain, mirip dengan buku-buku itu, adalah buku-buku yang dimaksudkan untuk memperkenalkan sosok yang baru muncul atau yang pengin diketahui publik (atau: pasar) dengan minat besar. Dengan demikian pengerjaannya juga tidak pertama-tama bertitik tolak dari maksud-maksud penulis sebuah buku sejarah. Lewat!

Yang lain lagi, sudah bisa disebut biografi, penulisan sejarah. Penulisnya jurnalis yang memang punya bobot dan punya kepekaan sejarah. Tetapi, tokoh-tokohnya masih hidup, masih berkiprah sana-sini dan belum jelas kesudahan hidupnya. Lewat juga.

Termasuk di sini buku tentang tokoh berkopiah mata besar melirik kencang, mulut di-stel "cheers" dengan kumis melintang, aku tinggalkan. Ada rasa menolak, tidak suka.

Pada bagian ini aku tersadar. Rupanya, pembacapun pilih-pilih. Maksudku, pembacapun dikendalikan oleh subjektivitasnya menyikapi sebuah bacaan. Tokoh ini tidak aku suka, maka aku tidak mau baca. Menang sih, beliau masih hidup, sehingga mungkin, terkena juga oleh kriteria yang lain, yaitu "belum jelas kesudahannya".

Tapi ketika proses melihat-lihat aku lanjutkan, aku bertemu dengan tokoh yang telah meninggal yang juga aku lewati karena hati atau moodku sedang tidak nyaman untuk mempelajari tokoh dengan pilihan politik garis tertentu. Lalu masih berlanjut, tokoh yang dimunculkan untuk "menguak kebenaran sejarah" yang memang sedang diperdebatkan. Sempat aku ambil karena menarik, tapi aku tinggalkan karena aku rasa bukan kebutuhanku saat ini untuk masuk dalam perdebatan sejarah. Aku ingin memahami pergulatan hidup orang. Dengan demikian justru membutuhkan input ulasan tentang subjektivitas pergulatan seseorang.

Akhirnya yang aku beli: Perempuan Dalam Hidup Sukarno, Biografi Inggit Garnasih, Jendral TNI Anumerta Basoeki Rachmat dan Supersemar, dan Ign. Slamet Rijadi, dari Mengusir Kempeitai sampai Menumpas RMS.

Jadi sampai sekarang, biografi yang menjadi perhatianku adalah biografi dari: perempuan-perempuan sekitar Sukarno (Dewi dan Inggit), tentara (2 orang Katolik) dan cendekiawan. Wah, komposisi yang agak aneh!!

(Surabaya, 30 Juli 2008)

~ by nanglik on July 30, 2008.

3 Responses to “biografi (lagi…)”

  1. Selamat membaca ‘mo….
    Mo, skali2 nulis dong, tentang kawin campur (terutama yang beda agama).
    Makasi…

  2. keren…
    sdh baca biografi PK Ojong yg gartisan dr Kompas waktu pelatihan jurnalistik di Garum dulu?

  3. wah, kayane sebentar lagi meh gawe biografi-ne yu yah, pendukung sejati soekarno…

Leave a Reply