header image
 

Biografi

Link: QuickPost | Friendster Blogs.

Sejak kepulangan dari rumah, 11 Juli 2008, sebagian waktu bacaku tersita oleh buku biografi. yang telah aku baca: Benny, Tragedi Seorang Loyalis (ambil dari rumah, bukunya Nangtok), Sakura di Tengah Prahara, Biografi Ratna Sari Dewi Sukarno (baru beli di Trimedia) dan Prof. Dr. dr. Moh. Saleh Mangundiningrat, Potret Cendekiawan Jawa (ada di rak buku, sebelumnya belum terbaca). sekarang baru aku mulai: Pergumulan Seorang Intelektual, Biografi Soedjatmoko.

Beberapa hal yang aku rasa:

membaca biografi membuatku merasa diajak masuk dalam "situasi hidup" atau "semesta" seseorang, bagaimana dia menghadapi, memaknai dan mentransformasi diri dalam pergumulan hidupnya di dunia. Memahami multidimensionalitas hidup dalam sosok tokoh yang ditampilkan. Sebuah pelatihan empati dan simpati, dan pelatihan pemahaman humanitas utuh pribadi sang tokoh.

Latihan empati dan "sambung rasa" ini menjadi terasa lebih sejuk ketika penyusun biografi mampu menjembatani rasa hati pembaca dengan sosok nyata sang tokoh dalam sebuah "harmoni rasa". Jika penulis sendiri mampu mencipta harmoni antara kedekatan hati dan pembelaan/pemujaan terhadap tokoh di satu sisi dan objektivitas pembaca di sisi yang lain.

Hal lain yang juga membuat aku "senang" dan menikmati pembacaan biografi ini: tidak ada uraian yang terlalu sulit untuk dipahami dalam sebuah biografi (setidaknya biografi yang baik). seperti membaca cerita, tapi kita tahu penuh sadar bahwa "cerita" yang tengah aku hadapi ini bukanlah "karangan" atu "fiksi", bukan hanya "story" tapi sekaligus adalah "history", yaitu pergumulan hidup di alam nyata. Tetapi, kembali, sebagai sebuah cerita, biografi adalah "cerita ringan berisi" dan isinya adalah hidup itu sendiri.

(Surabaya, 29 Juli 2008)

~ by nanglik on July 30, 2008.

Leave a Reply