AKAR
“Ada sebuah sistem
yang perlu kau dekati tanpa harus
kau telanjangi
Sebuah konstelasi yang misteri
– dan kejahatan –
yang tak harus kau jahati
Kebaikan yang tak perlu kaupertanyakan
Duri yang mengingatkan
Api yang tak perlu kau besarkan
Sebuah kasus yang menjadi urusan hakim
dan dewan
yang bukan untuk kau pecahkan
Tantanganmu untuk bersyukur
atas hidupmu yang sebiji
kautumbuhkan
Hitam-manis
Dibentuk dan dikemas
jadi pantas
Yang tersandung dosa
dan telah disembuhkan”
Seperti itu pesan yang aku temukan
pada dasar piala yang Kau kirimkan,
Sahabat!
Mengingatkanku akan kata-kata-Mu
Menggodam Petrus, Si Batu Karang
selesai dia ayunkan pedang pada maltus
Si pengawal Rumah Allah
Hingga putus daun telinga
Maka ingin kugoreskan pula
sebaris pesan pada pialaku yang akan
kukirimkan pada-Mu
pada saat ajalku:
“Belajar kepada rumput
bergoyang sejauh hidup ditiup angin
Menunduk saat diinjak roda hidup
Senantiasa menyambung hidup
Dalam setiap cuaca
Menjadi akar, hanya akar
Sebagai dasar hidup
Sebagai hakiki hidup
Belajar untuk menjadi radikal
Sebagai kompas hidup
Agere contra!!”
(31 Agustus 2008)

Leave a Reply