header image
 

PROGRAM HIDUPKU (dari catatan 5 tahun lalu)

“Hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan” (Fil 1:21)

Aku hidup dalam dunia dengan keindahan dan batas-batasnya. Dari pengalaman ke pengalaman, peristiwa ke peristiwa. Sehat-sakit, mujur-malang, berhasil-gagal, dikenang-dilupakan. Hidupku tak pernah lepas dari bumi pijakanku, namun aku memiliki impian, cita-cita, pengharapan, melampaui batas dunia. Hasratku mencari, mendamba, namun puncak dan muara tidak pada diriku. Juga tidak pada dunia. Hidupku dengan semarak dan kekerdilannya akan kutempatkan dan kuhargai sesuai martabatku: gambar diri Allah. Gambar diri Sang Nafas, Kekasih dan Bapa dunia. Meski hidup di alam fana, nasabku baka. Bersinar makna dalam partisipasi setuntasnya pada Tarian Agung Allah yang terus mencipta dan membaharui dunia demi cinta kepada umat manusia. Sumber Hidup dan Kekuatan. Segala yang kudamba, semua yang kucari, penuh dalam diri-Nya.

Gembala Utamaku Yesus, yang mengangkat aku menjadi saudara-sahabat dengan pengorbanan nyawa. Program Hidup-Nya melaksanakan kehendak Bapa. Mengasihi kerapuhan manusia, setuntasnya. Dia Kekasih yang mati agar manusia diangkat menjadi saudara-saudari dalam satu Bapa, hidup sebagai pelayan satu bagi yang lainnya. Dia mengajarkan jalan menuju keindahan hidup sesungguhnya: berkepedulian sebesar-besarnya terhadap yang kecil, sederhana. Di dunia ini Dia mati, namun Roh-Nya membangkitkan-Nya. Sukacita-kehormatanku adalah, aku boleh menjadi saudara-sahabat-Nya di dunia, dengan demikian menjadi saudara-sahabat selamanya. Keindahan hidupku adalah menderita bersama Dia. Sehat-sakit, mujur-malang, berhasil-gagal, dikenang-dilupakan, hidup-mati… bersama dan bersekutu dengan Yesus adalah jalan menuju keselamatan. “Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan” (Fil 1:21).

Dicintai oleh Yesus adalah kekuatanku yang utama. Karena Yesus, aku akan menjadi pribadi sempurna dalam cinta. Bahagia lewat jalan-jalan kecil sederhana. Menjadi orang rohani, sahabat bagi semua jiwa, alat dan tanda bagi perjumpaan Allah-manusia. Aku ingin menjadi pembawa damai bagi sesama. Terkemuka, dengan tidak menjadi apa-apa. Menjadi pertapa di dunia. Pendoa, menjalani hidup sebagai ungkapan cinta kepada Yesus Kristus Tuhan kita.

Sebagai imam dalam Gereja, aku akan peduli pada pertumbuhan seluruh umat manusia. Mengatasi sekat-sekat kepentingan demi kebaikan bagi semua. Setia dalam pelayanan, menjaga nurani kegembalaan. Berjuang dalam kebenaran, kebaikan, keadilan, kedamaian dan keutuhan. Mendahulukan kemuliaan Tuhan, tidak mencari kehormatan. Lewat tugas pelayanan aku ingin lebih memahami sabda: “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima” (Kis 20: 35).

Aku akan selalu mempunyai waktu meninjau langkah hidupku, menguji pilihan, mebaharui keputusanku. Aku akan menyediakan waktu mengalami kesegaran dan kesendirian bersama Tuhan. Menikmati kata-kata-Nya, merasakan penghiburan-Nya. Mengungkapkan cintaku kepada-Nya. Saat-saat hening dan jeda adalah saat berharga untuk mensyukuri karunia dan mengagumi tindakan-Nya. Relasi antarpribadi dengan orang-orang sekitarku adalah kesempatan menjadi tangan Tuhan secara nyata: menjadi alat penghiburan, meneguhkan dalam kesukaran, menghormati pilihan-pilihan, menjadi teman dalam perjalanan dan pencarian.

Aku akan senantiasa terbuka terhadap radikalisme Injil, dan memperjuangkan perwujudannya dengan segala daya upaya. Menjadi alat kuat bagi pembaharuan masyarakat dan Gereja. Berpandangan jauh, berwawasan luas, percaya akan masa depan, percaya akan kebersamaan. Percaya bahwa dalam tiap kesalahan, tersedia hikmat kebijaksanaan dan jalan menuju kebenaran. Percaya setiap orang mempunyai hak dan panggilan untuk hidup selayaknya. Cinta kasih adalah jalan dan kekuatan untuk mewujudkannya. Senantiasa belajar adalah cara terbaik membaharui dunia. Aku percaya setiap orang memiliki harta dalam dirinya. Memberi diri yang terbaik adalah sumber damai dan bahagia.

Dalam segala kesukaran aku akan menyandarkan diriku pada Tuhan. Dalam segala kelemahan kekuatan-Nyalah yang kuandalkan. Demikian Program hidupku. Kiranya Tuhan memberkatiku, dan menolong dalam segala kelemahanku.

Deus providebit.

Garum 28 Januari 2003.

P.C. Edi Laksito, Pr.

~ by nanglik on October 10, 2008.

Leave a Reply